Jumat, 28 Agustus 2015

Pemain Sepakbola Perempuan Terbaik Dunia 2015

Sepakbola dan perempuan, apa bisa saling berkaitan?
Sudah terlalu mainstream kalau seorang perempuan akrab dengan yang namanya belanja, bergosip, memasak, fashion, dsb. Zaman sekarang, perempuan juga menggemari hal-hal yang terbilang maskulin. Perempuan bisa jadi pemburu, pendaki, pemimpin dan juga pemain sepakbola.
Sebagaimana yang kita tahu, olahraga yang mengandalkan lapangan hijau itu jadi salah-satu cabang yang paling banyak dibahas orang. Tak heran kalau orang-orang yang berkecimpung di dalamnya, termasuk para pemainnya, bisa jadi seorang selebritis juga. Tak hanya karena timnya saja, melainkan skill permainannya di lapangan.
Khusus untuk sepakbola perempuan, FIFA World Cup khusus kaum hawa dihelat pertama kali pada tahun 1988, tepat 58 tahun dari Piala Dunia khusus laki-laki. Selama kurun waktu itu juga, pemain demi pemain kaum perempuan tercetak. Sama-sama bagus dan mengesankan.
Penampilan mereka yang menawan bisa dilihat dari gaya, strategi permainan, jumlah pencapaian gol dan juga tekniknya. Dari semua pemain perempuan, berikut kami sampaikan 10 yang terbaik. Siapa saja? Jom!

10. Lotta Schelin
Pemain bola perempuan terseksi, jersey bola perempuan, pemain bola perempuan tercantik, kaos bola perempuan, baju bola perempuan
Lotta Schelin adalah striker andalan Timnas Swedia. Namanya begitu popular karena ia memiliki berbagai modal kemampuan bersepakbola yang mengesankan. Tinggi badannya, kekuatannya dan skill menyerangnya membuat nama Schelin begitu istimewa. Pada tahun 2001, perempuan ini memulai karier di Landvetter. Dari sana, ia bermain di lebih dari 100 liga. Baru-baru ini, ia juga bermain di Olympique Lyon divisi 1 khusus perempuan. Karena penampilan dan prestasinya, Schelin menerima berbagai nominasi dan penghargaan.

9. Homare Sawa
Pemain bola perempuan terbaik saat ini 2015-2020, Pemain bola perempuan terseksi, jersey bola perempuan, pemain bola perempuan tercantik, kaos bola perempuan, baju bola perempuan
Ini dia pemenang emas dalam ajang Piala Dunia Perempuan FIFA di tahun 2011. Player of the year. Dia juga yang memimpin timnya ketika memenangkan medali perak di acara Summer Olympic tahun 2012. Dialah Homare Sawa. Perempuan ini merupakan mantan kapten Timnas Jepang. Setelah bermain di Atlanta Beat, NTV Beleza dan Washington Freedom, kali ini Homare Sawa bermain di INAC Kobe Leonessa di Liga Divisi Utama Nadeshiko. Pemain berpengalaman ini memang sudah mengawali karier dari usia muda, tepatnya di liga domestik Jepang. Pada usia 12 tahun saja, dia menjadi pemain sepakbola perempuan terbaik di dunia.

8. Sydney Leroux
Pemain bola perempuan tercantik, pemain bola perempuan buka baju, pemain bola perempuan seksi, pemain bola perempuan paling cantik, pemain bola perempuan cantik
Pemain profesional Amerika ini lahir di Kanada pada 7 Mei 1990. Dari tahun 2008 sampai dengan 2011, ia bermain sepakbola di kampus UCLA. Kemunculannya di klub sepakbola dimulai pada tahun 2005, tepatnya di Vancouver Whitecaps. Waktu itu ia bermain dalam liga-W dengan usia masih 15 tahun. Tak heran kalau Leroux dinobatkan sebagai pemain termuda. Adapun karier internasionalnya dimulai ketika ia ikut serta dalam Piala Dunia Perempuan FIFA U19. Di tahun 2011, ia jadi Atlit Muda Sepakbola Perempuan Amerika Serikat Tahun Ini. Sekarang-sekarang ini ia bermain untuk Western New York Flash, tepatnya dalam ajang Liga Sepakbola Perempuan Nasional.

7. Christine Sinclair
Pemain bola perempuan terbaik saat ini 2015-2020, Pemain bola perempuan terseksi, jersey bola perempuan, pemain bola perempuan tercantik, kaos bola perempuan, baju bola perempuan
Christine Sinclair adalah kapten Timnas Kanada yang lahir pada 12 Juni 1983. Pasca bermain di FC Gold Pride dan Western New York Flash, ia kemudian bermain secara profesional di Portland Thorns FC dalam ajang Liga Sepakbola Perempuan Nasional. Di usia 15 tahun, ia sudah bermain dalam 2 Turnamen Olimpiade Sepakbola bersama rekan-rekan sekolah menengah atasnya. Di tahun 2003, ia kemudian mulai bermain dalam ajang Piala Dunia Perempuan. Total, ia sudah 4 kali tampil dalam hajatan besar tersebut. Dia bahkan sudah 6 kali dinobatkan sebagai nominator Pemain Sepakbola Perempuan FIFA Tahun Ini.

6. Carli Lloyd
Pemain bola perempuan terbaik saat ini 2015-2020, Pemain bola perempuan terseksi, jersey bola perempuan, pemain bola perempuan tercantik, kaos bola perempuan, baju bola perempuan
Pemain tengah ini merupakan pesepakbola profesional Amerika. Ia bermain untuk Houston Dash dalam ajang Liga Sepakbola Nasional Perempuan, sekaligus menjadi salah-satu anggota Timnas Amerika Serikat. Belakangan ia bermain untuk Chicago Red Stars, Sky Blue FC, dan Atlanta Beat dalam ajang Sepakbola Proefesional Perempuan. Dengan negaranya, ia sudah bermain sebanyak 200 kali dan menyumbang sebanyak 65 gol. Tak heran kalau nama pemain yang sudah menyabet 2 emas ini ada di posisi 6. Ia memang selalu tampil sebagai pahlawan tim ketika mereka meraih kemenangan.

Aturan Pertandingan Sepakbola Pantai

aturan-aturan dasarnya yang cukup menarik dan unik:

Tiga babak dikali 12 menit
Pertandingan sepakbola pantai dibagi dalam tiga babak, yang masing-masingnya berisikan waktu bersih selama 12 menit, dengan kedua waktu istirahat (jeda) masing-masing berdurasi 3 menit. Waktu bersih yang dimaksud sama halnya dengan laga bola basket, di mana jarum jam berhenti saat terjadi gol, pelanggaran, kericuhan, atau saat wasit menilai salah satu tim membuang-buang waktu. Saat pertandingan berjalan, suatu babak tidak akan dihentikan sampai bola berhenti.

Tidak ada hasil seri!
Pertandingan sepakbola pantai hanya punya hasil menang atau kalah, tidak seri/imbang. Jika skor imbang saat babak ketiga berakhir, aturannya adalah ada babak tambahan dengan waktu 3 menit. Lalu jika masih imbang, dilanjutkan dengan adu penalti, dengan sistem sudden death (masing-masing satu penendang) sejak awal. Pemenang lewat adu penalti ini akan mendapatkan poin 2, berbeda dengan menang lewat waktu normal yang diberi poin 3.

Pergantian pemain tanpa batas
Setiap tim menampilkan lima pemain sebagai starter, yang terdiri dari satu kiper dan empat pemain depan. Ada sebanyak tujuh cadangan yang boleh diikutkan, yang kesemuanya boleh dimainkan karena tak ada batasan dalam jumlah pergantian pemain. Semua pergantian bisa berlangsung selama pertandingan berjalan, melalui satu area tertentu, yang karenanya pun menjadi salah satu strategi penting dalam permainan ini.

Sanksi disiplin
Seorang pemain yang diusir keluar, baik karena dua kartu kuning maupun kartu merah, sama seperti dalam futsal, bisa digantikan oleh pemain lain. Tidak ada ketentuan mengenai jumlah pelanggaran yang tak boleh dilampaui oleh pemain.

Keunikan kiper
Kiper dalam sepakbola pantai bisa bergerak bebas, membawa bola menggunakan tangan di area penaltinya yang dibatasi oleh sebuah garis horizontal. Seperti pemain lainnya juga, kiper punya waktu 5 detik untuk memegang bola tanpa mengoper. Mengoper sendiri hanya bisa dilakukan dengan tangan. Kiper tidak boleh mencetak gol lewat operannya itu, atau juga lewat tendangan voli di luar areanya, dengan sanksi tendangan bebas bagi lawan jika ia melakukannya. Bagi pemain, bola tak bisa dioper balik ke kiper kecuali jika setidaknya menyentuh satu pemain lawan. Pelanggaran untuk aturan ini juga akan berbuah hukuman tendangan bebas.

Tendangan bebas langsung
Tiap pelanggaran aturan dikenai sanksi tendangan bebas bagi lawan. Tendangan bebasnya langsung (direct), tanpa dihalangi pagar betis. Tendangan dilakukan pada titik terjadinya pelanggaran, terkecuali tendangan penalti, maupun pelanggaran akibat buang-buang waktu atau pelanggaran dengan kiper di mana tendangan harus dilakukan dari belakang garis tengah (area sendiri). Yang menarik lagi, tendangan bebas akibat pelanggaran harus dilakukan oleh pemain yang dilanggar, terkecuali jika yang bersangkutan berhalangan karena cedera.

Aturan mendasar lainnya
Berbeda dengan sepakbola "11-lawan-11", namun serupa dengan futsal, gol tak boleh diciptakan langsung dari kick-off. Juga, tidak dikenal istilah offside. Satu hal yang unik lainnya adalah bahwa lemparan ke dalam bisa dilakukan baik dengan menggunakan tangan maupun kaki.

Transfer Pemain Bola Terunik

1. Hugh McLenahan (1927)

Transfer: Freezer Plus Es Krim

serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Ketika Stockport mengadakan bazar (pasar murah) demi menambah penghasilan klub, Manchester United datang menawarkan sebuah freezer plus es krim. Kebetulan asisten manajer United saat itu adalah seorang pengusaha es krim. Dengan terpaksa, Stockport akhirnya menerima tawaran freezer beserta isinya itu untuk ditukar dengan Hugh McLenahan.



2. John Barnes (1981)
Transfer: Satu Set Baju Olah Raga

serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Eks winger andalan Inggris dan Liverpool ini masih berusia 17 tahun kala membela Sudbury Court. Skill Barnes membuat manajer Watford, Graham Taylor, terkesan. Akhirnya Barnes meninggalkan Sudbury menuju Watford dengan nilai transfer satu set baju olahraga. Lima tahun kemudian, Liverpool membeli Barnes seharga 900.000 Pound.



3. Tony Cascarino (1982)
Transfer: Satu Set Perangkat Latihan

serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Tony Cascarino adalah mantan pemain timnas Republik Irlandia. Saat dibeli oleh Gillingham dari Crokenhill, beredar rumor bahwa nilai transfernya hanya seharga satu potong besi seng. Cascarino membantah rumor itu, dan mengatakan bahwa Gillingham membayar dengan satu set perangkat latihan.



4. Gary Pallister (1984)
Transfer: Satu Set Baju Olah Raga, Satu Tas Bola, Dan Jaring Gawang

serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Sebelum menjadi bintang Manchester United, Pallister sempat mengalami proses transfer yang tidak lazim. Middlesbrough hanya membayar dengan satu set baju olah raga, satu tas bola dan jala gawang saat memboyongnya dari Gillingham. Lima tahun kemudian, Middlesbrough akhirnya untung besar karena Pallister dibeli MU dengan nilai transfer 2,3 juta Pound!



5. Ian Wright (1985)
Transfer: Satu Set Anak Timbangan

serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Ian Wright, salah satu legenda besar Arsenal, awalnya adalah seorang tukang plester. Bakatnya tercium setelah manajer Crystal Palace, Steve Coppell, menyaksikannya bermain di klub kecil Greenwich Borough. Palace pun segera merekrut Ian Wright, dan hanya menukarnya dengan satu set anak timbangan.



6. Ion Radu (1998)
Transfer: 2 Ton Daging




serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik Satu lagi transfer aneh di Rumania, dan pelakunya juga masih klub Jiul Petrosani. Ion Radu dijual oleh Jiul Petrosani, demi dua ton daging sapi dan babi. Presiden klub Jiul Petrosani mengatakan bahwa daging itu akan dijual untuk membayar gaji pemain.



7. Kenneth Kristensen (2002)


Transfer: Udang Segar Seberat Badannya

 serba tujuh | 7 Transfer Pemain Bola Yang Unik

Kristensen ditransfer dari Vindbjart ke Floey (klub Norwegia) dengan bayaran udang segar. Lebih unik lagi, sesuai kesepakatan negosiasi kedua klub, udang segar tersebut harus punya berat yang sama dengan badan Kristensen.

Transfer Pemain Terburuk Sepanjang Masa

Chelsea memboyong Fernando 'El Nino' Torres dengan harga yang fantastis yakni mencapai $82 juta. Namun hasilnya, penyerang timnas Spanhol ini hanya mampu mencetak sebiji gol dari 14 laga bersama The Blues.

Alasan itu membuat banyak kalangan menilai pembelian Torres sebagai pembelian sia-sia Roman Abramovich. Tak sedikit juga yang memasukkan pembelian Torres sebagai salah satu transfer pemain terburuk sepanjang masa.



Selain kasus Torres, ada lagi lima transfer pemain terburuk menurut laman bleacherreport.  

1. Zlatan Ibrahimovic 


Dari Inter Milan ke Barcelona pada 26 Juli 2009 dengan nilai transfer $65 juta plus striker Samuel Eto'o. Namun semusim di Barca, Ibra tak mampu menunjukkan kelasnya seperti di Inter. Alasan itu pula yang membuat Barca akhirnya meminjamkan Ibra ke AC Milan. Menariknya, di Milan Ibra kembali menunjukakan performa terbaiknya dan ikut serta mempersembahkan scudetto musim ini.


2. Robinho

Dari Real Madrid ke Manchester City pada 1 September 2008 dengan nilai transfer $53,5 juta. Penyerang mungil asal Brasil ini sempat menjadi pujaan publik Santiago Bernabeu. Namun setelah tiga musim, Robinho diminati Manchester City. Sempat tampil apik di musim pertama bersama Eastlands, Robinho akhirnya terpinggir sebelum akhirnya dilego ke AC Milan. Menariknya, di Milan ia langsung ikut mempersembahkan gelar scudetto bersama Zlatan Ibrahimovic.

3. Andriy Shevchenko


Dari AC Milan ke Chelsea pada 28 Mei 2006 dengan nilai transfer $51 juta . Chelsea awalnya punya harapan besar Sheva akan menjadi pundi-pundi gol bagi The Blues. Bagaimana tidak, 127 gol dalam 208 pertandingan di Milan cukup meyakinkan kualitas Sheva. Namun kontras di Chelsea. Selama dua musim, Sheva hanya mencetak 22 gol dalam 76 laga. Hal itu yang membuat Chelsea akhirnya melepas Sheva.

4. Juan Sebastian Veron


Dari Lazio ke Manchester United pada 12 Juli 2001 dengan nilai transfer $46 juta. Veron menjadi otak keberhasilan Lazio meraih scudetto saat itu. Dan datang dengan status sebagai salah satu gelandang pengatur serangan terbaik di Italia, Veron justru melempem di Manchester United. Hal itu yang membuat MU memutuskan melego La Brujita ke Chelsea pada 2003 dengan nilai transfer hanya $25 juta.

5. Ricardo Kaka


Dari AC Milan ke Real Madrid pada 8 Juni 2009 dengan nilai transfer mencapai $90 juta. Harga itu masuk dalam daftar pemain termahal. Berstatus pemain bintang di Milan, Kaka justru harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkutat pada cedera di Madrid. Hal itu yang membuat Kaka tak tampil maksimal di Madrid. Alasan itu pula yang membuat rumor Kaka akan dilego semakin santer terdengar.

Klub Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

10. Juventus Era Lippi (1994-2003)
Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.

Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an

9. Benfica era Eusebio (1960-1970)
Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional.
Selama dekade ini, Benfica mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968).

Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8. Juventus Era Trappatoni (1981-1993)
Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.

Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.

Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.


7. Inter Milan Era Hererra (1960-1968)
Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.


6. Liverpool era Bob Paisley (1974-1983)
Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.

Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.

Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.


5. Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)
Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro


4. Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)
Ajax salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.

Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3. Real Madrid Era Di Stefano (1953-1954)
Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2. AC Milan Era Sacchi (1987-1991)
Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.

Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut.
1. Barcelona Era Pep Guardiola (2008-2012)
Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).

Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.

Hingga Kin Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Barca dalam 3 tahun kepelatihannya.

Pemain Indonesia Yang Diincar Klub Luar Negeri

1. Bambang pamungkas
Beberapa tahun lalu, Bepe sempat diincar klub asal inggris, Derby Country. Namun karena rangking Indonesia di fifa dibawah 100, jadi batal. kemudian setelah partai kualifikasi piala asia lalu, bepe jadi incaran beberapa klub liga Australia salah satunya Adelaide United. Setelah ISL 2009-2010 berakhir, bepe diincar klub selandia baru yang bermain di A-League yaitu Wellington Phoenix.

2.Erol FX Iba
Gelandang sayap asal Papua ini menjadi incara klub A-League, Sydney fc saat masih membela Persik Kediri di liga champion asia, sidney fc tertarik merekrut erol setelah di LCA berhadapan dengan persik yang mengalahkannya 2-1 di manahan, solo.

3.Markus Harison
Penampilan yang cukup cemerlang di piala asia 2007 meski hanya tampil 1 kali saat melawan korea selatan, klub-klub australia seperti brisbane roar, gold coast united dan central coast mariners tertarik merekrutnya.

4.Boaz Salossa
Penyerang asal papua ini tampil begitu baik saat membela Persipura di ajang apapun.Sempat membuat tertarik klub asal singapura untuk merekrutnya pada masa remajanya. Setelah melihat kontribusinya saat melawan Uruguay, Boaz ditaksir klub serie-A cessena & klub belanda VVV Venlo.

5.Syamsir Alam & Zaenal Haq
Pemain u-19 yang sama-sama membela SAD uruguay ini diincar klub amerika latin, syamsir alam pernah menjadi incaran stoke city dan vilareal karena penampilnnya yang gemilang di punta cup lalu. Puncaknya syamsir alam sekaligus rekannya di SAD zaenal haq berhasil direkrut Penarol fc (Klub Besar Uruguay) dalam usia yang sangat muda.

6.AbdulRahman Lestaluhu & Yericho Christiantoko
2 pemain yang juga bermain timnas SAD. AR.Lestaluhu menjadi rebutan 3 klub chili karena penampilannya yang sering merepotkan pertahanan lawan. pemain asal Maluku ini juga sempat ditaksir klub uruguay. Sedangkan Y.Christiantoko pernah diincar klub uruguay sebelum membela timnas u-19 di bandung akhir desember 2009 lalu.

7.Oktovianus Maniani
Pemain mungil nan lincah asal Jayapura ini ditaksir beberapa klub eropa, salah satunya klub serie-A, cessena. Karena aksi menawannya yang ikut membawa timnas ke final piala AFF 2010, Okto terpilih dalam 10 pemain asia yang layak bermain di eropa.

8.Yongki Ariwibowo
Penyerang muda yang musim ini membela Barito Putera pernah diincar Wellington Phoenix, klub sealndia baru di liga Australia. Bersama BP, yongki yang saat itu berkostum persik kediri ditaksir dan diminta bergabung, tetapi keduanya menolak karena suatu alasan.

9.Rochi Putiray
Mantan pemain timnas Indonesia asal Papua, yang bermain di liga hongkong kitchee dan di musim 2000/2001 bermain di instinc dist. Pemain yang pernah membobol 2 kali ke gawang AC Milan ini hampir pernah direkrut klub asal Prancis, Auxerre.

10.Iswadi Idris
Salah satu gelandang timnas pada era 70-an yang menyukai no punggung 13 ini adalah pemain Indonesia yang pertama kali dikontrak klub asing yaitu western suburbs asal australia musim 1974-1975. Pemain yang pernah hampir membobol gawang kiper terbaik saat itu, Lev Yashin. juga ditaksir klub asal eropa.

Pemain Bola Dengan Mobil Termahal di Dunia

Frank Lampard

Di urutan kelima, tercatat sebuah nama pemain bola Frank Lampard. Lelaki berbakat handal ini juga pernah menjadi pemain bola kebanggaan warga London di saat masih memperjuangkan seragam The Blues-Chelsea. Namun kini Lampard sejak kontrak termahalnya tidak di perpanjang oleh Chelsea di tahun 2014, sosok Frank Lampard beralih menjadi bintang di Manchester City.
Saat masih menjadi pemain terbaik di Chelsea selama 13 tahun, dia membeli sederetan mobil mewah nan mahal. Satu di antaranya ialah model supercar Ferrari 612 Scaglietti. Mobil mewah besutan Ferrari ini di banderol senilai Rp 2,8 miliar atau setara dengan harga £197.000.

Ferrari 612 Scaglietti mobil Lampard

David Beckham

Naik ke posisi selanjutnya yakni urutan keempat, yang menduduki posisi ini ialah si cowok ganteng David Beckham. Dia juga pernah bekerja di tim besar sepak bola antara lain LA Galaxy, Real Madrid, dan Paris Saint Germain. Bahkan sederetan mobil termahal pun juga telah masuk garasi mobil rumahnya, dan yang paling menonjol sekali yakni Rolls Royce Phantom. Mobil mewah Rolls Royce Phantom ini di banderol dengan harga Rp 5 miliar.

Rolls Royce Phantom mobil pesepakbola

Zlatan Ibrahimovic

Kemudian naik satu tingkat yakni posisi ke ketiga telah di duduki oleh Zlatan Ibrahimovic. Sang lelaki berbadan besar dan memiliki ketinggian tubuh yang lumayan ini pun juga masuk dalam kategori pemain sepak bola dengan mobil termahal di dunia. Mobil Zlatan Ibrahimovic ini pun merupakan sosok mobil mewah buatan Porsche yang bermodel supercar Porsche 918 Spyder. Harga mobil Porsche 918 Spyder ini mencapai Rp 8,7 miliar atau setara dengan nominal £616.000.

Mobil Porsche 918 Spyder

Samuel Eto’o

Ternyata pemain bola Samuel Eto’o juga terdaftar sebagai pesepakbola urutan ke kedua yang membesuk mobil mahal di dunia. Salah satu pemain bola mantan dari tim Barcelona ini pun juga memiliki sederet mobil koleksi yang paling menonjol sekali dalam bagasi mobil Eto’o ialah Supercar terkencang dan mewah yaitu Bugatti Veyron, mobil termahal di dunia ini berlabel harga tembus Rp 22 miliar. Namun Samuel Eto’o juga memiliki kendaraan pribadi kesukaan yang paling di minati antara lain Aston Martin Zagato dan Maybach Xenatec.
Mobil Eto'o Bugatti Veyron

Cristiano Ronaldo

Inilah posisi pertama sang the king’s most expensive car yakni pemain bola terbaik bernama Cristiano Ronaldo. Berbicara soal mobil mewah yang di beli oleh Ronaldo ini memang sudah banyak sekali tipe-tipe supercar yang memikat hati Ronaldo seperti Ferrari 458 dan Lamborghini Aventador. Sosok Cristiano Ronaldo sang lelaki muda berbakat dengan segudang prestasi serta memiliki gaji selangit, ini pun dengan mudah sekali membeli sebuah supercar termahal yakni mobil termahal LaFerarri seharga Rp 28 miliar.

Supercar Laferarri Ronaldo

Rekor rekor di dunia Sepak Bola

Rekor Rekor Di Dunia Sepak Bola

Sepak Bola bisa dikatakan sebagai olahraga yang paling banyak peminatnya di dunia, Karena itu banyak sekali rekor rekor yang banyak di cetak di dunia sepak bola. Berikut Rekor Rekor Di Dunia Sepak Bola :

 Rekor Pemenang Piala Dunia Terbanyak 
 

Rekor Pemenang Piala Dunia Terbanyak Brazil

 - Brazil menjadi negara paling banyak memenangkan Piala Dunia sebanyak 5 kali  yaitu pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002

Rekor Pemenang Piala Winners Terbanyak
 

Rekor Pemenang Piala Winners Terbanyak Barcelona

Piala Winner adalah turnamen sepakbola di Eropa yang pesertanya merupakan tim yang menjadi juara kompetisi piala negara masing masing, tetapi saat ini turnamen ini sudah ditiadakan oleh UEFA. Pemegang Piala Winners terbanyak adalah Barcelona dengan 4 kali juara : 1979, 1982, 1989, dan 1997

Rekor Klub Paling Sering Juara Liga
Rekor Klub Paling Sering Juara Liga Glasgow Rangers

Di kompetisi lokal, Glasgow Rangers merupakan pemegang rekor juara terbanyak yaitu 50 kali (1x juara bersama Dumbarton). Glasgow Rangers juga merupakan klub paling sukses dengan total 105 piala.

Rekor Jumlah Penonton Pertandingan Sepakbola Terbanyak
 

Rekor Jumlah Penonton Pertandingan Sepakbola Terbanyak Brazil vs Uruguay

Rekor Jumlah penonton terbanyak dalam satu pertandingan adalah 199,854 penonton pada Pertandingan Final Piala Dunia Brazil vs Uruguay di Rio de Jeneiro pada 16 Juli 1950

Rekor Klub Yang Paling Lama Tidak Terkalahkan
Rekor Klub Yang Paling Lama Tidak Terkalahkan Steaua Bucharest

Steaua Bucharest, Klub asal Rumania ini menjadi pemegang rekor tak terkalahkan terbanyak di liga domestik sepanjang sejarah sepakbola. Steaua total mencatat 104 laga tak terkalahkan dalam periode 1986 hingga 1989. Rekornya dihentikan oleh rival sekota sendiri, Dinamo Bucharest dengan skor cukup telak 0-3 pada September 1989.

Rekor Pemain Yang Sering Mengikuti Piala Dunia 
 
Rekor Pemain Yang Sering Mengikuti Piala Dunia Antonio Carbajal
Pemain yang paling sering mengikuti piala dunia adalah sebanyak 5 kali yang dipegang oleh Antonio Carbajal (1950, 1954, 1958, 1962 , dan 1966) dan Lothar Matthäus (1982, 1986, 1990, 1994, and 1998).

Rekor Pemain Paling Tua Di Piala Dunia
 

Albert Roger Milla (Kamerun)

Rekor pemain paling tua yang mengikuti Piala Dunia didapatkan oleh Albert Roger Milla (Kamerun) saat Kamerun vs Rusia pada 28 Juni 1994. Pada saat mengikuti pertandingan ini Albert Roger Milla berusia 42 tahun 39 hari.

Rekor Pemain Termuda Di Piala Dunia
 

Norman Whiteside (Irlandia Utara)

Rekor pemain paling muda yang mengikuti Piala Dunia di dapatkan oleh Norman Whiteside (Irlandia Utara) saat Irlandia Utara vs Yugoslavia 17 Juni 1982. Pada Saat mengikuti pertandingan ini Norman Whiteside berusia 17 Tahun 41 hari.

Rekor Pemain Paling Tua Di Dunia Sepak bola 
 

Knut Olav Fosslien

Rekor pemain tertua dipegang oleh penjaga gawang Norwegia FK Toten yaitu Knut Olav Fosslien yang berusia 56 tahun 126 hari di pertandingan terakhirnya.

Rekor Pemain Sepakbola Pria Yang Paling Sering Bertanding
Peter Shilton (UK)

Peter Shilton (UK) menjadi pemain paling sering tampil dengan 1390 kali mengikuti pertandingan diantaranya adalah :

286 kali bertanding di Leicester City (1966–74), 110 kali bertanding di Stoke City (1974–77), 202 kali bertanding di Nottingham est (1977–82), 188 kali bertanding di Southampton (1982–87), 175 kali bertanding di Derby County (1987–92), 34 kali bertanding di Plymouth Argyle (1992–94), 1 kali bertanding di Bolton Wanderers (1995) dan 9 kali bertanding di Leyton Orient (1996–97), 1 kali bertanding di League play-off, 86 kali di  FA Cups, 102 kali di League Cups, 125 kali di internationals, 13 kali di Under-23s, 4 kali di Football League dan 53 kali di pertandingan klub level eropa lainnya.

Rekor Pemain Sepakbola Wanita Yang Paling Sering Bertanding
Kristine Lilly (USA)

Kristine Lilly (USA) memegang rekor pemain sepakbola wanita yang paling sering bertanding yaitu sebanyak 225 kali pertandingan.

Rekor Gol Sepak Bola Tercepat Di Dunia
Ricardo Oliveira (Argentina)

Rekor gol tercepat dunia dipegang oleh Ricardo Oliveira (Argentina) dalam waktu 3 detik dicetak pada saat Rio Negro vs Sorinao pada tanggal 26 Desember 1998.
Vuc Bakic Fast Goal
Vuc Bakic Fast Goal

sedangkan untuk kompetisi amatir dipecahkan oleh pemain Liga Amatir Serbia Vuc Bakic. Vuc Bakic mencetak gol dalam waktu dua detik saat klubnya GSP Polet Dorcol bertanding di Liga Amatir Serbia pada tanggal 25 September 2012.

Rekor Gol Sepak Bola Tercepat Di Liga Champions
 

Roy Makaay

Rekor Gol Tercepat Di Liga Champions di pegang oleh Roy Makaay saat pertandingan Munich vs Madrid pada 8 Maret 2007 Rooy mencetak Gol dalam waktu 9.8 detik setelah pertandingan dimulai.

Rekor Hat Tricks Terbanyak Secara Beruntun
 

Masashi Nakayama (Jubilo Iwata)

Rekor Hat Tricks terbanyak secara Beruntun dipegang oleh pemain asal jepang Masashi Nakayama (Jubilo Iwata) yaitu :
5 gol vs Cerezo Osaka, Nagai Stadium pada 15 April1998;
4 gol vs Sanfrecce Hiroshima, Jubilo Iwata Stadium 18 April 1998;
4 gol vs Avispa Fukuoka, Kumamoto City Stadium 25 April1998;
3 gol vs Consadole Sapporo, Jubilo Iwata Stadium 29 April1998

Rekor Pencetak Gol Sepak Bola Terbanyak Dalam 1 Musim
 

William Ralph “Dixie” Dean

Rekor Pencetak Gol Terbanyak Dalam 1 musim dipegang oleh William Ralph “Dixie” Dean (Everton 1927/1928) sebanyak 60 gol dalam 39 laga.

Rekor Pencetak Gol Sepak Bola Terbanyak Di Dunia
 

Pele 1279 goals

Pele menjadi pemain pencetak gol terbanyak di sepanjang sejarah sepakbola dunia yaitu sebanyak 1.279 gol dalam kurun waktu 21 tahun karir sepakbolanya.

Rekor Kiper Sepak Bola Dengan Clean Sheet Terlama.
 

Geraldo Pereira de Matos Filho Clean sheet

Rekor Kiper dengan Clean Sheet Telama Di pegang oleh Geraldo Pereira de Matos Filho (CR Vasco da Gama) yaitu selama 1.816 menit.

Rekor Kiper Sepak Bola Pencetak Gol Terbanyak
 

Rekor Kiper Sepak Bola Pencetak Gol Terbanyak rogerio ceni

Rogerio Ceni (Brazil/Sao Paulo) adalah penjaga gawang dengan rekor mencetak gol sebanyak 83 gol.

Rekor Pemain Yang Gagal Dalam Tendangan Penalti Terbanyak.
Martin Palermo Penalty Failed

Rekor ini dipegang oleh striker hebat Martin Palermo (Boca Juniors / Argentina) pada saat Argentina vs Colombia dalam Copa America 1999 di Paraguay. Wasit memberikan 3 penalti untuk argentina, semua dieksekusi oleh Palermo dan semua tendangannya tidak ada yang masuk.

Rekor Kemenangan Terbesar Pada Pertandingan Sepak Bola
 

Rekor Kemenangan Terbesar Pada Pertandingan Sepak Bola Adema vs Stade L'Emyrne 149 - 0

Rekor ini di pegang oleh Adema pada pertandingan amatir, Adema mengalahkan Stade L'Emyrne dengan score 149-0

Rekor Transfer Pemain Sepak Bola Termahal Di Dunia 
 

Cristiano Ronaldo Transfer 80 Million Poundsterling

Cristiano Ronaldo (CR9) menjadi pemain transfer termahal dunia setelah dibeli Real Madrid dari MU seharga 80 Juta Poundsterling atau setara 1,3 Triliun Rupiah.

Rekor Pemain Sepak Bola Paling Berat dan Paling Gemuk
 

Willie Henry “Fatty” Foulke

Rekor Pemain Sepak Bola Terberat dan Tergemuk di dapatkan oleh Willie Henry “Fatty” Foulke Penjaga Gawang dari Inggris dengan tinggi 190cm dan berat 146 kg.

Rekor Gol jarak Dengan Terjauh Di Dunia Sepak Bola
 

Pat Jennings Longer Goal 90 Yards

Rekor ini dipegang oleh Pat Jennings pemain Charity Shield saat menghadapi MU pada tahun 1967 dengan jarak 90 yards atau 81,9 Meter.

Rekor Kartu Merah Tercepat Pada Sepak Bola
 

Pat Jennings Fast Red Card

Rekor kartu merah tercepat dipegang oleh David Pratt pada detik ke 3 saat pertandingan Chippenham Town vs Bashley pada tanggal 8 Mei 2009. Pratt mendapat kartu merah karena dianggap melakukan tekel berbahaya.


Lee Todd Fast Red Card

untuk kompetisi amatir, rekor ini dipegang oleh Lee Todd (2000) pada detik pertama. Saat wasit meniup tanda kick-off, Lee Tood langsung mengatakan ”Fuck you, that was loud” kepada wasit. Sang wasit pun langsung memberinya kartu merah.