Kjell Petter Opheim adalah pemain
sepakbola asal Norwegia. Dia bermain di klub Stryn fotball. Posisinya
sebagai kiper sangat ditunjang oleh tingginya badannya yang mencapai
2,03 meter. Orphem juga sempat bermain di
Lyn Football, pemenang Liga Primer Norwegia. Tim lainnya yaitu di Moss
FK, juara Norwegian Cup tahun 1983. Namun sang kiper belum mengukir
prestasi di kancah di dunia.
Pemain asal Norwegia lagi. Dengan tinggi 203 cm, ia menempati posisi sebagai defender. Namun nama yang satu ini terbilang sangat asing. Lelaki berusia 31 tahun ini memang belum bermain di luar dari negerinya sendiri. Puncak kariernya tercatat pada tahun 2006-2007, tepatnya ketika ia mewakili tim yang juara 3 kali di ajang Norwegian League Champions, Bide/Glimp. Di masa-masa itu, Iversen juga mencetak 3 skor di 33 penampilannya untuk klub.
Øyvind Hoås (203 cm/ 2,03 m)
Masih dari Norwegia. Namun nama Øyvind Hoås ini lebih familiar. Ia memiliki tinggi 203 cm untuk mengisi posisi sebagai striker. Kariernya
dirintis di Molde FK. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Fredrikstad.
Kedua tim tersebut berada di divisi utama Sepakbola Norwegia. Namun
kemudian, beralih ke divisi dua, yakni ke tim Sarpsborg 08. Di tim
tersebut, Hoås meraih kesuksesan besar. Ia berhasil mencetak 44 gol
dalam 128 penampilan. Namanya sering dikaitkan dengan tim kecil Inggris,
termasuk Norwich City dan Luton Town. Adapun sekarang, Hoås bermain di
Hønefoss, klub yang ada di divisi utama Norwegia.
Lagi-lagi, dari Norwegia. Walau usianya
sudah 36 tahun, namun ia masih aktif bermain sepak bola. Tingginya 203
cm dan mendiami posisi sebagai striker. Kisah kariernya begitu
inspiratif. Dia diketahui memulai kariernya di Spjelkavik IL, lalu ke
Frigg. Bisa dibilang, kariernya di sana tidak mulus. Pada tahun 1999, ia
pindah ke Rosenborg BK, klub yang paling sukses di Norwegia. Selain
tinggi, ia memang memiliki aset penting lain, yaitu memiliki kecepatan
super.
Sayangnya, Aaroy hanya bertahan selama 2 tahun. Cidera parah menjegalnya untuk bertahan lebih lama. Sang striker kemudian
mengalih ke Aalesunds FK. Di tim ini, Aaroy menjadi semacam mesin gol
bagi tim. Dia sudah tampil sebanyak 242 kali dan mencetak sebanyak 90
gol. Tak ayal namanya jadi legenda di klub tersebut. Sampai kemudian
Aaroy pindah ke tim divisi dua asal Jepang, JEF United. Ia hanya
bertahan selama setahun. Sekarang ia kembali ke tim yang paling
mengesankan baginya, yaitu Aalesund FC.
Di tahun 2006, Yang Changpeng memiliki kesempatan emas untuk bermain di Bolton Wanderers. Bermodal tinggi badan 203 cm, ia menjadi striker. Di sana, ia bahkan dijuluki sebagai Peter Crouch-nya Tiongkok. Sayang sekali penampilannya kurang mengesankan. Changpeng pun dikembalikan ke negeri asalnya di Tiongkok. Pada tahun 2008, sang striker bermain untuk klub Wuhan Guanggu di Tiongkok. Namun kala itu ia terlibat dalam kasus perkelahian.Aturan di Tiongkok menyebutkan, pemain yang terlibat perkelahian dilarang tampil selama 8 pertandingan dan klubnya didenda sebanyak 1.170 dollar atau setara dengan 15,5 juta rupiah.
Pihak klubnya keberatan. Karena
negosiasi mereka gagal, Wuhan pun memutuskan untuk keluar dari liga.
Para pemainnya dijual atau dipinjamkan, sehingga ironisnya, klub
mendapat keuntungan sebesar 44.000 dollar atau sekitar 583 juta rupiah.
Yang sendiri dipinjamkan ke tim level 3 bernama Three Gorges Kangtioan.
Pada tahun 2010, ia kemudian pindah ke tim di divisi kedua, Chengdu
Blades. Dua tahun kemudian, ia dijual ke klub baru bernama Shenzhen
Fengpeng. DI klub tersebut, penampilannya kurang meyakinkan. Ia pun
kembali mesti berpetualang bersama klub Tiongkok lain, Meizhou Kejia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar